Bursa Kerja Terpadu: Sumbar Targetkan Jaring 875 Calon TKI
 |
Deputi Perlindungan BNP2TKI, Drs. Mardjono, MM |
(Padang, BNP2TKI) Sebanyak 131 stand menyemarakkan Pameran Bursa Kerja Terpadu Tahap II, yang diselenggarakan pelbagai instansi terkait di Propinsi Sumatera Barat, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Kantor Biro Perekonomian Sekda Propinsi, Binaan UKMK, 16 Perbankan, Konsorsium Asuransi, Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja (Apjati) dan stand BNP2TKI.
Dari 131 peserta bursa, 30 di antaranya peserta TKI Purna dari Propinsi Sumatera Barat dan 5 dari Provinsi Banten, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera dan NTB.
Kepala Disnakertrans Sumatra Barat H. Febri Erizon, SH, MM menjelaskan, khusus pameran Bursa Kerja yang digelar tanggal 16-18 Desember di halaman kantor Gubernur Sumatera Barat ini, terdapat 25 perusahaan yang berpartisipasi dengan menawarkan lowongan pekerjaan untuk 1.964 orang, yaitu 1.089 di Sumbar, dan 875 di luar negeri.
Kepala Disnakertrans Propinsi Sumatera Barat, H. Febri Erizon, SH, MM yang didampingi Kadis Koprindag H. Syahrial, MM, dan Kepala Biro Perekonomian Sekda Propinsi Sumbar, Drs. Fajruddin pada kesempatan jumpa pers yang diadakan di Kantor Gubernur Sumatera Barat, di Jalan Rasuna Said Raya, Senin siang (15/12) mengharapkan, melalui pameran ini akan ada interaksi antara 600 Calon TKI dengan TKI Purna, yaitu ada kesempatan mereka untuk bisa mengembangkan usaha di kampung halamannya.
“Uang yang Calon TKI akan kirimkan bisa dijadikan modal oleh keluarga TKI untuk memulai usaha. Jadi ketika mereka pulang, usaha itu sudah berkembang dan menjadi aset bagi TKI dan keluarganya,” ujar Febri seraya mengingatkan peluang itu bisa dimuali selama mereka berada di luar negeri maupun ketika mereka nantinya pulang.
Ditambahkan Febri, dari data 12.000 TKI yang pulang ke Sumbar, sudah ada lebih 200 orang yang mempunyai usaha mandiri. Dari jumlah itu, pihak Disnakertrans tahun 2008 telah melakukan pembinaan kepada TKI Purna sebanyak 3 angkatan (75 orang).
Program penempatan TKI asal Sumbar ke luar negeri sejak tahun 1992 hingga tahun ini sudah mencapai 18.000 orang, dengan rata-rata tiap tahunnya 3.000 orang yang bekerja pada sektor formal. Pemerintah Sumatra Barat tidak mengijinkan penempatan TKI ke luar negeri sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), sebagai antisipasi terjadinya permasalahan yang begitu kompleks di luar negeri.
Pameran Bursa Tenaga Kerja Terpadu ini dijadwalkan Selasa pagi (16/12) akan dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi. Selain Pameran TKI Purna yang memang baru pertama kali diadakan di Sumatera Barat, juga akan ada Temu Wicara Gubernur dan Deputi Perlindungan BNP2TKI, Drs. Mardjono, MM dengan dengan 600 Calon TKI asal Sumbar. (zul)
|