 |
| Jumhur mengungkapkan, di Darwin, Australia kini hanya ada 500 orang Indonesia yang bekerja. Sementara orang Filipina yang bekerja ada sekitar 8.000 orang. Jumhur menilai hal ini jelas ini tidak adil, karena Indonesia yang mempunyai perdagangan lebih besar disbanding Fililipina, tetapi hanya mendapat jatah penempatan TKI lebih sedikit. Kepada Bupati Trenggalek, Jumhur menawarkan kesempatn luas TKI-nya untuk mengisi peluang kerja di pasar Global baik yang melalui penempatan G to G (Government to Government) di Korea dan Jepang, maupun yang melalui penempatan PPTKIS. |
Diplomasi Ketenagerjaan ala BNP2TKI
Trenggalek, BNP2TKI (13/9). Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terus melakukan promosi gencar ke manca negara terkait penempatan TKI formal. Bekerjasama dengan departemen pertanian, BNP2TKI telah menggaet ribuan peluang penempatan TKI formal di industry peternakan di Darwin, Australia, dengan skema imbalan balik perdaganan (counter trade balance).
Australia memasok kebutuhan daging sapi ke Indonesia tyang bernilai trilyunan rupiah setiap tahunnya. Tetapi sedikit sekali orang Indonesia yang bekerja di sector itu.
“Saya marah sekali kok terjadi ketimpangan ini. Dengan sedikit ancaman, saya katakan kalau TKI kita tidak bisa diserap di industry peternakan sapi, Indonesia akan mendatangkan sapi dari negara lain,” ujar Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat ketika menceritakan kunjungannya ke Australia belum lama ini kepada Bupati Trenggalek, Suharto, Sabtu (12/9).
Menurut Jumhur, dari kunjungannya ke Autralia ada 1.000 orang TKI yang bisa ditempatkan di pelbagai industry peternakan, mulai dari pemotongan, penggemukan hingga pengolahan industri.
“Diplomasi ala sedikit ancaman BNP2TKI telah mengkhawatirkan pemerintah Australia jika pengiriman sapi dihentikan karena tiadanya TKI kita yang bekerja di sector itu,” ujar Jumhur.
Jumhur mengungkapkan, di Darwin, Australia kini hanya ada 500 orang Indonesia yang bekerja. Sementara orang Filipina yang bekerja ada sekitar 8.000 orang. Jumhur menilai hal ini jelas ini tidak adil, karena Indonesia yang mempunyai perdagangan lebih besar disbanding Fililipina, tetapi hanya mendapat jatah penempatan TKI lebih sedikit.
Kepada Bupati Trenggalek, Jumhur menawarkan kesempatn luas TKI-nya untuk mengisi peluang kerja di pasar Global baik yang melalui penempatan G to G (Government to Government) di Korea dan Jepang, maupun yang melalui penempatan PPTKIS.
“Kami berharap, instansi terkait di Trenggalek baik pemerintah maupun swasta memanfaatkan peluang yang kami tawarkan ini,” pinta Jumhur. (zul)
|